Paroki Ungaran

Ibadat Ekumene Pekan Doa Sedunia, 20 Januari 2026

Pekan Doa Sedunia, 20 Januari 2026

IBADAT EKUMENE PEKAN DUNIA SEDUNIA (PDS) DI GKRU

Pada tanggal 20 Januari 2026, diadakan Ibadat Ekumene dalam Pekan Doa Sedunia Untuk Kesatuan Iman Kristiani  di Gereja Kristus Raja Ungaran dan dihadiri oleh umat dari Gereja Kristen dan Katolik. Ibadat Pekan Doa Sedunia atau bisa disingkat dengan PDS. Ibadat PDS ini juga dihadiri dan dipimpin oleh 23 Pendeta dari Gereja Kristen daerah Ungaran dan sekitarnya dan juga dihadiri oleh 2 Romo dari Gereja Kristus Raja Ungaran. Sebelum Ibadat Ekumene PSD ini dimulai, diawali oleh adanya penampilan lagu-lagu pujian dari PD Kharismatik GKRU, GBI Pudak Payung, PIA GKRU yang diwakili oleh Elmar dan Nadhira, dan juga ada penampilan tarian tamborine yang dibawakan oleh OMK GKRU. Setelah penampilan dan puji-pujian tersebut, ibadat Ekumene yang dipimpin oleh para Pendeta dan Romo pun dimulai. Ibadat Ekumene berlangsung dengan khidmat, umat yang hadir terlihat mengikuti dengan antusiasme yang sangat  tinggi. Para umat juga ikut serta  bernyanyi bersama-sama, bertepuk tangan, dan bersukacita.

 

Saat Homili atau Khotbah  yang disampaikan oleh Pendeta Sapto yang memiliki subtema yaitu: “Kesatuan Fundamental Umat Percaya.” yang berisi  tentang mengenai banyaknya perbedaan antara Gereja Katolik Roma, Ortodox, dan Protestan, terkhususnya pada interpretasi Alkitab, struktur kepemimpinan, dan praktik ibadahnya, namun semuanya ada satu di dalam Tuhan Yesus sebagai umat yang percaya. Dalam khotbah juga disebutkan adanya 3 kesatuan yang fundamental, sebagai umat kita harus percaya bahwa, “Satu Tubuh”, yakni segenap umat yang percaya kepada Tuhan Yesus di seluruh dunia tidak dibatasi oleh tembok denominasi, bangsa, dan negara, namun sesama anggota Tubuh Kristus dimana Yesus Kristus adalah kepalanya. Yang kedua adalah “Satu Roh”, yaitu membahas tentang manifestasi hadirat Allah Roh kudus yang menyatukan semua umat percaya. Dan yang ketiga ialah “Satu Pengharapan”, membahas mengenai tentang panggilan ilahi yang memuat tujuan dan janji Tuhan yang sama bagi semua umat percaya tanpa terkecuali yaitu keselamatan hidup yang kekal bersama Allah di surga, yang menjadi dorongan bagi umat percaya untuk hidup dengan hati yang suci dan hidup beribadah kepada Allah.  Setelah acara Ibadat Ekumene selesai, kemudian diadakan sesi foto bersama antara para Pendeta, Romo, dan Petugas liturgi, dan dilanjutkan dengan acara Ramah Tamah. Dalam sesi ini diisi dengan beberapa hiburan ada yang  dari Pendeta, Romo Bene, dan juga beberapa umat yang turut maju memeriahkan acara ini. Selain ada acara hiburan, para umat bersama dengan Pendeta dan Romo untuk makan malam bersama-sama yang  sudah disiapkan oleh para ibu-ibu, diantaranya: sate ayam, lontong opor, bakso, bakmi goreng, dan juga batagor.

 

Umat dan Tim Tamborin, Selasa (20/1/2026)

Para umat yang telah datang untuk mengikuti Ibadat dan makan bersama-sama terlihat sangat bahagia dan terhibur, terlebih oleh adanya penampilan-penampilan yang telah disiapkan. Berdasarkan informasi yang telah Disampaikan oleh Narasumber : penampilan tarian Tamborine dipilih karena Ibadat Ekumene ini dihadiri oleh umat Kristen yang datang ke dalam Gereja Katolik, dan tarian Tamborin merupakan penampilan khas dari umat Kristen. Oleh karena itu, para OMK Gereja Kristus Raja Ungaran memilih untuk menampilkan Tamborine sebagai tarian sambutan. Dibalik penampilan Tamborine tersebut, ada beberapa kesulitan yang dihadapi. Walaupun latihan hanya bisa dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, namun keempat penampil Tamborine sudah sangat berusaha semaksimal mungkin, dan umat pun sangat senang dan memukau melihatnya. Ungkap Avista, salah seorang dari Tim Tamborin.

 

Dengan mengadakannya Ibadat Ekumene PDS atau “Pekan Doa Sedunia” yang dihadiri oleh Umat Kristen dan Umat Katolik di daerah Ungaran dan sekitarnya, kita tahu bahwa walaupun agama kita berbeda, Pimpinan Ibadahnya juga berbeda, dan Ibadahnya juga berbeda, akan tetapi kita jadi saling toleransi antar umat beragama dan saling menghargai satu salam lain tanpa ada paksaan.

Kita tahu arti BHINEKA TUNGGAL IKA “walaupun berbeda-beda tetap satu jua”. dimaksudkan adalah walaupun kita berbeda agama, ras dan suku kita tetap saling bergandengan tangan, saling menghormati satu sama lain, dan kita jangan mau dipecah belah oleh bangsa lain, kita harus jaga terus.

 

 

Repoter    : Chika

Editor    : Vika

 

Scroll to Top