Semangat Misioner Anak-Anak Ungaran dalam Temu Raya: Sukacita dan Panggilan Menjadi Saksi Kristus
Ungaran – Minggu ,04 Jan 2026
Gereja Kristus Raja Ungaran baru saja menggelar acara Temu Raya Anak Misioner (TRAM) yang berlangsung dengan penuh sukacita. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momen istimewa untuk merayakan Hari Anak Misioner Sedunia, di mana ratusan anak dari berbagai wilayah berkumpul untuk meneguhkan semangat bermisi mereka.
Suasana meriah dan menarik membuat acara semakin terasa. Kak Lusi, salah satu pendamping PIA, mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme peserta dalam mengikuti acara ini.
“Momen paling seru itu saat bikin yel-yel, karena harus menggabungkan dua wilayah sekaligus, yaitu Wilayah 2 dan 3. Jadi kami bikin yel-yel yang menggabungkan itu semua. Acaranya keren, mantap!” ujar Kak Lusi dengan penuh semangat.
Keseruan acara juga diwarnai dengan berbagai momen lucu dan berkesan yang terjadi di lapangan. Mas Bagas, pendamping PIA dari Wilayah 7, menceritakan dinamika unik yang terjadi pada anak-anak yang didampinginya.
“Anak-anaknya tadi ada yang saling berebut kado, bahkan sampai ada yang nangis karena tidak dapat kado. Tapi secara keseluruhan acaranya bagus dan seru,” ungkap Mas Bagas.
Lebih dari Sekadar Sekolah Minggu
Acara Temu Raya ini memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan kegiatan sekolah minggu reguler. Bu Caecilia Suci, seorang pendamping senior yang telah melayani belasan tahun, menjelaskan perbedaan mendasar dari kegiatan ini.
“Kalau sekolah minggu biasa itu rutinitas. Tapi Temu Raya ini adalah Hari Anak Misioner. Bedanya jelas, ini adalah Misi. Misi kita untuk menjadikan anak bisa terpanggil menjadi Imam, Romo, atau hidup suci,” jelas Bu Suci.
Bu Suci juga membagikan fakta menarik mengenai lagu “Yel-yel PIA Ungaran” yang dinyanyikan dengan lantang oleh anak-anak. Lagu dengan lirik “Berdoa, berderma, itu semua so pasti” tersebut ternyata merupakan ciptaan beliau bersama anaknya sekitar 15 tahun yang lalu.
“Para pendamping penuh dengan sukacita Tuhan dalam melayani. Melihat antusiasme anak-anak yang luar biasa, serta dukungan orang tua yang hebat mau mengantar anak-anaknya, itu sangat berkesan,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan Gereja
Para pendamping memiliki harapan besar bagi ratusan anak yang hadir. Mereka tidak hanya berharap anak-anak aktif di gereja, tetapi juga membawa dampak positif di masyarakat.
“Harapan saya, semoga semakin banyak yang ikut kegiatan sekolah minggu. Kegiatan di lingkungan dan wilayah makin ramai, supaya suasana dalam paroki juga lebih ramai,” ungkap Kak Lusi.
Senada dengan hal tersebut, Mas Bagas berharap agar adik-adik PIA menjadi lebih baik dan semakin rajin berdoa sepulangnya dari acara ini.
Menutup wawancara, Bu Suci menyampaikan pesan mendalam terkait tantangan zaman yang dihadapi anak-anak saat ini, seperti perundungan (bullying).
“Anak-anak kita harus bisa memberi contoh bahwa Kasih itu mengalahkan hal yang tidak baik. Saya sungguh berdoa agar dari generasi PIA Ungaran ini, kelak ada yang terpanggil mengikuti jejak para Romo dan Suster menjadi biarawan-biarawati,” pungkas Bu Suci penuh harap.
Reporter: Kevin Pulung Kosali
