233 Calon penerima sakramen penguatan di Gereja Kristus Raja Ungaran
: menjadi Awal Perjalanan Menjadi Saksi Kristus
Ungaran – Minggu, 04 Januari 2026
Sakramen krisma bukan sekadar ritual, melainkan momen penting sebagai seorang Katolik diteguhkan untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia.
Minggu, 04 Januari 2026. Gereja Kristus Raja Ungaran telah mengadakan pertemuan perdana calon penerima sakramen penguatan. Pertemuan ini berlangsung secara gembira dan seru karena diadakan sesi berkelompok. Pertemuan ini diikuti oleh 233 peserta, pertemuan kali ini Materi dibawakan oleh pak Puji Lestari. Pak Puji Lestari membawakan materi perdana dan menyampaikan “Menerima sakramen penguatan adalah syarat utama sebagai orang Katolik, melalui penguatan anak-anak diteguhkan oleh Roh Kudus agar menjadi saksi Kristus Di Dunia”. Sakramen penguatan sangat penting untuk diterima kepada mereka yang Katolik karena merupakan sakramen wajib bagi orang Katolik tambahan dari Pak Tri selaku orang tua calon penerima Sakramen Penguatan. pentingnya penerimaan Sakramen Penguatan sebagai penguat dalam iman dan calon penerima semakin bertumbuh dan berbuah dalam iman. Ujar Bu Retno selaku orang tua calon penerima Sakramen Penguatan
Kegiatan pertemuan perdana Krisma berlangsung dengan sangat lancar dan sangat mengesankan dikarenakan terdapat beberapa dinamika bersama dengan teman. Lalu orang tua juga ikut mendampingi putra putrinya dalam mengikuti acara pertemuan perdana, ini merupakan persiapan dari keluarga untuk putra putri nya yaitu dengan dukungan dan support kepada anak anaknya.
Pak Puji memberikan pemberitahuan bagaimana seorang calon harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Beliau menyampaikan informasi penting yakni buku pegangan para calon penerima Sakramen Penguatan, yang mana buku tersebut berfungsi sebagai kendali kehidupan beragama bagi mereka yang akan menerima sakramen penguatan pada bulan Juli mendatang , di pertemuan ini memberikan informasi dasar terkait proses pembelajaran selama kurang lebih 6 bulan. Pada pertemuan ini para calon mendapat pembagian kelas, berdinamika dalam kelompok untuk mencari solusi dari masalah yang diberikan, disamping itu mereka belajar untuk mengenal teman sekelasnya.
Berdasarkan perjumpaan dengan ketiga calon penerima Sakramen Penguatan mereka sangat gembira, senang, dan memiliki motivasi untuk menjadi lebih baik dan teguh dalam iman. “Senang karena iman kita dapat bertumbuh dan bertambah” ujar Julian. “Senang dan merasa selalu ingin lebih baik dari sekarang.” Tambah Hezkiel. Tak mau kalah teman lain bernama Tata menyampaikan ”Bisa kuat di dalam iman dan bisa menyelesaikan masalah yang akan datang”
Menjelang penerimaan Sakramen Penguatan, sejumlah calon penerima menyampaikan harapan mereka untuk kehidupan beriman di masa mendatang. Tata, salah satu calon penerima berharap agar dirinya “bisa kuat di dalam iman dan mampu menyelesaikan masalah yang akan datang.”
Sementara itu, Julian menekankan keinginannya untuk “Lebih matang lagi dalam segala hal yang bersangkutan dengan agama.”
Harapan serupa juga diungkapkan oleh Hezkiel. Ia menyampaikan tekad untuk “Menjadi lebih baik, lebih mandiri, serta menjadi garam dan terang dunia.”
Kumpulan harapan ini mencerminkan semangat para calon penerima Sakramen Penguatan dalam memperdalam iman sekaligus mempersiapkan diri untuk menerima Sakramen Penguatan.
Harapan saya adalah supaya anak saya aktif dalam kegiatan gereja dan lingkungan , bisa menjadi garam dan terang untuk sesama dan bertumbuh dalam iman. “Harapan untuk anak saya supaya bisa lebih aktif bersosialisasi baik di lingkungan maupun gereja“ ujar pak Tri. ”Semoga menjadi anak terang dan menjadi garam dan terang bagi sesamanya.” Tambahan harapan dari ibu Retno.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Puji selaku katekis menjelaskan bahwa Sakramen Krisma memiliki peran krusial bagi calon penerima. “Supaya calon penerima memperoleh kepenuhan sebagai anggota Gereja Katolik untuk menjadi syarat terakhir dari sakramen inisiasi,” ujarnya. “Pentingnya menerima Sakramen Penguatan sebagai orang Katolik tidak bisa diabaikan. Ada tiga sakramen inisiasi yang harus diikuti oleh semua orang Katolik, yaitu Sakramen Baptis, Sakramen Ekaristi, dan Sakramen Penguatan. Oleh karena itu anak harus diikutkan dalam Sakramen Penguatan atau Katekumen Krisma.” ujar Pak Tri.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Retno, yang juga merupakan orang tua dari calon penerima Sakramen Krisma. Ia menekankan bahwa penerimaan Sakramen Penguatan menjadi langkah penting dalam pertumbuhan iman.
“Penerimaan Sakramen Penguatan sangat penting sebagai penguat dalam iman. Dengan demikian, iman calon penerima semakin bertumbuh dan berbuah yang baik.” ungkap ibu Retno.
Dalam rangkaian persiapan Sakramen Krisma, Ketua Bidang Pelayanan Pewartaan dan Evangelisasi, Pak Georgius Cipto Raharjo, menyampaikan pesan penuh makna kepada para calon krisma dan orang tua. “Para calon krisma adalah golden tiket bagi para katekis untuk dicatat di buku kehidupan di surga. Para orang tua juga menyemangati anak untuk tetap selalu berdoa dan pergi ke gereja.” ujar Georgius Cipto Raharjo.
Pesan tersebut disampaikan sebagai dorongan agar para calon Sakramen Penguatan tetap fokus pada doa dan kehidupan rohani menjelang penerimaan sakramen dan dukungan orang tua dinilai sangat penting untuk menjaga semangat calon penerima dalam menjalani proses pembinaan atau pendampingan iman.
Para calon krisma disebut sebagai “golden tiket” bagi para katekis untuk dicatat dalam buku kehidupan di surga. Dalam kesempatan itu para orang tua turut memberikan semangat kepada anak-anak agar senantiasa berdoa. Harapan mereka, para calon penerima krisma dapat memperoleh kepenuhan sebagai anggota Gereja Katolik. Sakramen Krisma sendiri menjadi syarat terakhir dari sakramen inisiasi, yang meneguhkan iman dan menandai kedewasaan rohani umat. Dengan demikian, para calon penerima sakramen krisma diharapkan siap menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Romo Bene memberikan pesan kepada calon penerima Penguatan “Kalian calon krismawan dan krismawati tetap semangat, ingat bahwa sakramen penguatan menjadi tanda bahwa anda di anggap kuat oleh gereja untuk menjadi saksi bagi sesama mewartakan Kristus di Tengah hidup, di dunia, dan di masyarakat maka dari itu anda telah memilih dan saat nya cintailah pilihan mu.”
“Choose your love and love your choice, pilihlah cintamu dan cintailah pilihanmu “
Rm. Benedictus Adiatma Murti Wibowo, Pr.
Reporter:Laurentsius Samuel Arlino
